Keberadaan grafit telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita. Hari ini, kita akan membahas berbagai jenis grafit, yaitu grafit tanah dan grafit serpihan. Setelah banyak penelitian dan penggunaan, kedua jenis material grafit ini memiliki nilai guna yang tinggi. Berikut ini, Editor Qingdao Furuite Graphite akan menjelaskan perbedaan antara kedua jenis grafit tersebut:
I. Grafit serpihan
Grafit kristalin dengan sisik dan lapisan tipis, semakin besar sisiknya, semakin tinggi nilai ekonominya. Sebagian besar tersebar dan terdistribusi di dalam batuan. Memiliki susunan arah yang jelas. Konsisten dengan arah lapisan. Kandungan grafit umumnya 3% ~ 10%, hingga lebih dari 20%. Sering berasosiasi dengan Shi Ying, feldspar, diopsida, dan mineral lainnya dalam batuan metamorf purba (sekis dan gneiss), dan juga dapat ditemukan di zona kontak antara batuan beku dan batugamping. Grafit bersisik memiliki struktur berlapis, dan sifat pelumas, fleksibilitas, ketahanan panas, dan konduktivitas listriknya lebih baik daripada grafit lainnya. Terutama digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk grafit dengan kemurnian tinggi.
II. Grafit yang bersahaja
Grafit seperti tanah juga disebut grafit amorf atau grafit kriptokristalin. Diameter kristal grafit ini umumnya kurang dari 1 mikron, dan merupakan agregat grafit mikrokristalin, dan bentuk kristalnya hanya dapat dilihat di bawah mikroskop elektron. Grafit jenis ini dicirikan oleh permukaannya yang seperti tanah, kurang mengkilap, pelumasan yang buruk, dan kadar yang tinggi. Umumnya 60 ~ 80%, beberapa bahkan lebih dari 90%, kemampuan pencucian bijih yang buruk.
Melalui uraian di atas, kita mengetahui bahwa perlu untuk membedakan kedua jenis grafit dalam prosesnya, sehingga bahan dapat dipilih dengan lebih baik, yang sangat penting bagi produsen aplikasi grafit.
Waktu posting: 30 Desember 2022
